Aku berpikir sejenak mengingat pembelajaran dengan MDC Solo bulan kemarin. Dan,
tertuang tulisan yang ingin aku ajukan untuk MDC tentang sebuah warung. Warung diidentifikasikan
menjadi ajang untuk silaturahmi bagi ibu-ibu di setiap pagi, siang maupun sore
bahkan malam tiba. Waktu pagi adalah waktu ramainya warung, apalagi persiapan
untuk sarapan anak sekolah juga bapak-bapak yang mau berselancar mencari ridho
Ilahi untuk menafkahi istri juga anaknya. Jangan kebalik antara istri dan anak.
Karena sebelum adanya anak adalah istri, si ibu dari anak yang dilahirkan.
Definisi waktu warung selanjutnya adalah saat jam-jam agak siang. Biasanya ibu-ibu
kembali ke warung berniat untuk berbelanja. Namun, merasa tak punya kesibukan
di rumah. Karena pekerjaan rumah sudah terselesaikan sejak anaknya berangkat
sekolah. Maka ibu-ibu yang suka berbelanja di warung juga suka melakukan hal
yang jelek ini. Apa itu? GOSIP. Yah, itulah bahasa kerennya, padahal itu
sedikit berbau bahasa Inggris. Secara bahasa arabnya adalah GHIBAH. Dan tanpa
sadar ibu yang tak suka gosip pun ikut nimbrung dan mendengarnya. Waduh,! Dosanya
semakin menyebarkan. Dan berita yang disebar pun tak mungkin kalau seputar
fikih apalgi aqidah. Yang sok pasti mesti yang kurang penting atau bahkan gak
penting sama sekali.
Dan kata yang tepat untuk sebuah warung ala #omancincaucilowa adalah :
WARUNG!!!
Bukan tempat HANSIP, Apalagi GOSiP.
Setuju, ibu-ibu?
Semoga usulanku dapat diterima di MDC Solo. Harapan dalam benak.
#omancincaucilowa