Inilah bukti seorang mahasiswa sejati.
Yang selalu setia dengan tugas dosen pembimbing skripsi.
Tak lupa tikror tahfidz setiap hari juga setiap pagi.
Dengan niat lillahi ta'ala dan harus pasti.
Tidaklah mudah menjadi mahasiswa di kampus kuno ini. Setiap tahun akan semakin meningkatkan kualitasnya, apalagi sisi kuota semakin naik di setiap tahunnya. Sudah direkomendasikan ke Pak Rektor untuk tidak menerima mahasiswa ndak terlalu banyak. Namun, hasilnya nihil. Alasannya karena mumpung. Padahal, kuantitas kampus tak sepadan.Rumput tetangga lebih hijau.Memang iya.
Coba Pak Rektor tengok-lah kampus Baky di sebrang Bengawan. Semakin naik kuantitas mereka, karena semakin tinggi pula bangunan mereka. Sudah tingkat 3 pak. Lah kita, satu saja belum selesai. Kita juga butuh kampus. Tak sekedar butuh penerus. Kampus mereka itu sudah mau bangun perpustakaan baru dengan tingkat 3 pula. Lah kita pak, hmmm, cukup dikatakan dengan alhamdulillah masih punya perpustakaan.
Infrastruktur kita masih kurang dari kampus Baky. Tapi kampus di sana bisa jadi pelajaran untuk kampus kami juga. Karena dengan infrastruktur memadai, kami bisa mengerjakan tugas dengan senang hati,Di akhir semester yang begitu tegang dibuatnya. Selalu saja ada anything problem dengan para BEM. Belum lagi dengan pebimbing asrama. aaarraaagggghhh... itulah suara pekikan anak kampus kuno di akhir pekan kemarin. Selalu saja kami yang disalahkan, padahal kan harusnya menjadi pelajaran. Karena suatu permasalahan itu tidaklah selalu mahasiswa akhir yang membuat perkara. Itulah yang dinamakan perubahan sosial karena situasi dan kondisi.
Belajar itu tak perlu dengan keluh kesah. Tapi dengan hamasah.Memang harus begitu. Tapi, siapa yang tak berkeluh kesah jika ia meluap tak dianggap.
Maaf kami untuk pak rektor, pak dekan, semua dosen dan semua pembimbing asrama. Karena kami bukan minta dituruti, tapi cukup untuk didengarkan dan katakan apa salah kami, bukan malah dieksekusi dengan kiasan yang tak membuahi. Maaf. :-(
Menerima pesanan cingcau, untuk acara apapun baik acara keluarga, hajatan ataupun acara lainnya. Alamat: Desa Cilowa RT.06 RW.01 Dusun Wage Kec.Kramatmulya Kab.Kuningan Jawa Barat Hp. 085353705023
Minggu, 19 Februari 2017
Kamis, 02 Februari 2017
Minggu, 29 Januari 2017
Gue Kudu Piye Atuh?
Guwe Sabar,
Streess,. Gue Streess, Itu udah sabar. Trus gue harus gimana?
Kayanya, gue gk
salah deh. Ngerasanya sih gituh. Emang iyah kok. Tpi yang salah gak pernah ada
yang negur. Terus gue salah dikit, di tegur terus. Terus gue harus piye?
Hahaha... gak ada lucunya. Tapi dunia gue lucu banget sih. Hidup gue padahal
berbasis agama. Tekhnology juga gak ketinggalan amat. Karena basis agamanya
kayanya gak jadul kok. Tapi dimana agama itu diletakkan dalam kehidupan mereka?
Keadilan aja agak samar bagi gue.
Padahal, hidup
gue nasionalis dulunya. Hidup dimana hanya sedikit mengenal agama dalam lebih
bernasional dalam kesehariannnya. Lu tau apa yang gue dapet? Keadilan dan
kejujuran dalam hidup. Masyaallah..., gue nggak nyangka hidup bersama para
nasionalis jaman baheula masih ada yang mempraktekkan kaya gitu. Padahal jaman
itu udah di mulai bersama dengan Pak SBY. Dulu tuh, anak yang juara 1 emang
nggak biasanya anak guru di sekolahan. Karena saingan kami yang ketat. Hingga
mengalahkan saingan pertamanya. Dan jadilah juaranya si anak guru itu.
Akhirnya, wali kelas gue bilang deh, kalo beliau jujur. Nggak berat-berat milih
si anak itu buat juara karena mentang-mentang dia anak guru. Tapi emang
dasarnya nilai persaingan kita sangat ketat sehingga kita diberi tahu deh
dimana sisi bedanya. Emang iyah, beda nol koma doang. Itu mah masalah dunia
memang. Tapi ini bukti keimanan bro. Yang menghasilkan keadilan dan kejujuran.
Nah, tapi selama
hidup gue udah masuk ke ranah berbasis agama. Alias asrama. Dari dulu deh,
masih aja ngeraguin keadilan dan kejujuran. Jadi juga gue pernah bepikir. Emang
imannya kenapa? Goyah karena yang mau di hukum anak pimpinan asrama? Apa karena
dia anak orang kaya? Apa jangan-jangan karena dia anak pak kyai lagi. Ampe-ampe
buat menegakkan kalimat yang namanya amar ma’ruf aja, harus meragukan keadilan
dan kejujuran.
Gue, mau bilang
kecewa. Tapi gak boleh. Kan kita gak boleh putus asa bro. Lagian, gue juga
bingung. Kenapa sih orang yang suka di atas-atas tuh hidupnya suka semena-mena
gitu. Apa dia gak pernah ngerasai hidupnya jatuh terpuruk gituh? Mikir dong!
Jangan lu liat orang nasionalis yang memang dasarnya iman nya aja udah
kegerogotin ama dunia uangnya. Lu nyadar dong, kenapa lu bela anak-anak
dedengkot doang pas hidup lu berbasis agama. Justru itu yang gue raguin, apa
iman lu di gerogotin ama namanya sebuah kemuliaan???
Astaghfirullah, ...
Rabu, 25 Januari 2017
Sudah Sampai Mana Skripsi Mu?
Teman-teman Waratsatul Mujid...
Hamasah.
Sudah sampai mana skripsimu?
Kita lihat timetable kita yuk!!!
Hamasah.
Sudah sampai mana skripsimu?
Kita lihat timetable kita yuk!!!
BULAN
2017
|
Time
Table
|
Januari
|
Sidang
Proposal & Bab 2
|
Februari
|
Bab 3 & 4
|
Maret
|
Bab 5
& Finishing
|
April
|
PPL Skripsi & Sidang
Skripsi
|
Mei
|
Rihlah
& Ujian Tahfidz
|
25 Mei
|
WISUDA Waratsatul Mujid-Angkatan
9
|
For You're: Waratsatul Mujid-Angkatan 9 di Kampus Kuno Pinggiran Bengawan Solo
Pengamen Orang Sunda - Jurig Jarian
Mojang geulis budak kampung bau lisung
Tilu bulan manehna cicing di Bandung
Kiwari mojang geulis siga nu linglung
Make baju ge nu ngararatung
Kasieunan disebut mojang kampungan
Kasieunan katinggalan jaman
Buuk dibeureuman buuk diantingan
Disidik-sidik siga jurig jarian
Ngaku-ngaku kabatur masih parawan
Padahal mah si eneng pernah nyobian
Beuki lila, beuki beuteung ngabareuhan
Bebeja mah kakolot disetrum engang
Kiwari mojang geulis geus loba baladna
Ti muinuman sabu-sabu ejeung ganja
Geus tara didenga papatah kolot na
Nu didenge saukur hawa nafsu na
Matak tong heran di jaman ayeuna
Hayang ka awewe nu model kumaha
Geus teu kudu jumpa-jampe make pelet
Nu penting mah asal sing kandel dompet
Matang eneng akang rek mere pepeling
Ulah osok mindeng teuing ulin peuting
Sabab peuting loba jalmi nu teu eling
Sok ngarusak kana kancing jeung saleting
Tilu bulan manehna cicing di Bandung
Kiwari mojang geulis siga nu linglung
Make baju ge nu ngararatung
Kasieunan disebut mojang kampungan
Kasieunan katinggalan jaman
Buuk dibeureuman buuk diantingan
Disidik-sidik siga jurig jarian
Ngaku-ngaku kabatur masih parawan
Padahal mah si eneng pernah nyobian
Beuki lila, beuki beuteung ngabareuhan
Bebeja mah kakolot disetrum engang
Kiwari mojang geulis geus loba baladna
Ti muinuman sabu-sabu ejeung ganja
Geus tara didenga papatah kolot na
Nu didenge saukur hawa nafsu na
Matak tong heran di jaman ayeuna
Hayang ka awewe nu model kumaha
Geus teu kudu jumpa-jampe make pelet
Nu penting mah asal sing kandel dompet
Matang eneng akang rek mere pepeling
Ulah osok mindeng teuing ulin peuting
Sabab peuting loba jalmi nu teu eling
Sok ngarusak kana kancing jeung saleting
Senin, 23 Januari 2017
Hukum Berbelanja di Promo Imlek
Sebentar lagi tanggal merah nasional di Indonesia. Libur nasional di seluruh kalangan karenanya. Yah, itu dia hari Imlek.
Pada hari besar -menurut pengikutnya-, banyak sekali tawaran gratis yang beriklankan diskon juga promo besar-besaran. Mulai dari segala bentuk akses jual beli. Baik online maupun pasar lokal.
Setelah kita mengetahui, bahwasannya hari Imlek bukanlah untuk kalangan muslim. Apa sebenarnya hukum jual beli karena promo imlek tersebut?
Mari kita tanyakan pada Majalah Hujjah, yang membahas segala hukum fikih.
Sedikit bocoran dari penulis pribadi. Bahwa umat Muslim jangan mengikuti-ikuti apa yang yang bukan menjadi panutannya. Hal promo itu semua cukuplah kita tinggalkan sebagai bentuk bara' (lepas) kita dari kesesatan mereka. Karena ingatlah, bahwasannya Islam adalah agama satu-satunya yang benar. Lihat buku Aqidah Thawiyah.
Pada hari besar -menurut pengikutnya-, banyak sekali tawaran gratis yang beriklankan diskon juga promo besar-besaran. Mulai dari segala bentuk akses jual beli. Baik online maupun pasar lokal.
Setelah kita mengetahui, bahwasannya hari Imlek bukanlah untuk kalangan muslim. Apa sebenarnya hukum jual beli karena promo imlek tersebut?
Mari kita tanyakan pada Majalah Hujjah, yang membahas segala hukum fikih.
Sedikit bocoran dari penulis pribadi. Bahwa umat Muslim jangan mengikuti-ikuti apa yang yang bukan menjadi panutannya. Hal promo itu semua cukuplah kita tinggalkan sebagai bentuk bara' (lepas) kita dari kesesatan mereka. Karena ingatlah, bahwasannya Islam adalah agama satu-satunya yang benar. Lihat buku Aqidah Thawiyah.
Langganan:
Komentar (Atom)