[google37929ada0511e260.html] Alfath Cuing-Cincau℠ [google37929ada0511e260.html]

Rabu, 03 Mei 2017

SIDANG UJIAN SKRIPSI ala ALFATH

Ayo Semangat!!!Ujian SKRIPSIterus, ujian NGULANG.FOKUS.TAMASYA.REVISI.WISUDA.Kamu bisa, karena kamu usaha. So, berusahalah untuk bisa!

Rabu, 05 April 2017

The Spirit !!!

Ayo!!!
Bangkit.!
Sekarang atau besok, kamu harus maju.!
Siap hadapi tantangan.!
Tahfidz.
Revisi.
Finishing.
UNBK 2017.
PPL OneDayOkeh.
Mengajar ThreeDay.
Tamasya Akhir Tahun.
Ujian Skripsi.
Revisi, jika mampu.
WISUDA.
The last.
Ya Allah, Permudah hamba dalam segala urusannya. Hanya kepada-Mu kami meminta dan memohon. Aamiin.

Senin, 20 Maret 2017

Sekipan Camp - Karanganyar

Setelah lama berpusing-pusing dalam huruf-huruf yang bersambung hingga pada BAB 4. Kini lelah terasa menghambat diri. Oleh karenanya, butuh reflekasi untuk menghindar huruf-huruf itu sementara waktu.
Pagi-pagi, siap berangkat ke tempat yang dinginnya pol alias full cool. Aku bersama teman-teman seperti biasa, mereka sudah siap untuk menghentikan sejenak aktivitas skripsinya juga.
Aku pergi ke Tawangmangu-Karanganyar. Tepatnya di kaki gunung Lawu yang berada di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebuah tempat BukPer untuk acara MAKRAB. Katane si malam keakraban. Masyaallah, wow, amazing.!
Saat pergi ke kaki gunung di Jawa, yang ku ingat adalah rindu dengan suasana rumah yang tak jauh dari gunung juga. Arraagghh,, rasanya ingin segera pulang.
Sekipan Camp-Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Akan menjadi saksi dimana aku pernah menginjakkan kaki ini di sana. Semoga apa yang telah aku lakukan di sana berbuah pahala. Karena, niat awal untuk merefresh mata, pandangan, suasana, dan aktivitas. Walau kenyataannya, di sana kita tak bisa memungkiri ketika melihat sesuatu yang tak mengenakkan.
Pesan untuk teman-teman. Rihlah, tamasya, atau refreshing ke tempat wisata bukanlah untuk kita jadikan sebuah kenodaan. Karena, kita pergi ke wisata dengan keluarga maka menjalin kekuatan keluarga. Bersama teman-teman menjalin ukhuwah untuk lebih erat. Lah, kalo situ pergi sama orang lain yang bukan-bukan untuk apa hayooo??
#sekipancamp #alfat2010 @si.empat.ayee Memorian 19-20 Maret 2017

Minggu, 19 Februari 2017

Bukti Mahasiswa Akhir Semester

Inilah bukti seorang mahasiswa sejati.
Yang selalu setia dengan tugas dosen pembimbing skripsi.
Tak lupa tikror tahfidz setiap hari juga setiap pagi.
Dengan niat lillahi ta'ala dan harus pasti.

Tidaklah mudah menjadi mahasiswa di kampus kuno ini. Setiap tahun akan semakin meningkatkan kualitasnya, apalagi sisi kuota semakin naik di setiap tahunnya. Sudah direkomendasikan ke Pak Rektor untuk tidak menerima mahasiswa ndak terlalu banyak. Namun, hasilnya nihil. Alasannya karena mumpung. Padahal, kuantitas kampus tak sepadan.Rumput tetangga lebih hijau.Memang iya. 
Coba Pak Rektor tengok-lah kampus Baky di sebrang Bengawan. Semakin naik kuantitas mereka, karena semakin tinggi pula bangunan mereka. Sudah tingkat 3 pak. Lah kita, satu saja belum selesai. Kita juga butuh kampus. Tak sekedar butuh penerus. Kampus mereka itu sudah mau bangun perpustakaan baru dengan tingkat 3 pula. Lah kita pak, hmmm, cukup dikatakan dengan alhamdulillah masih punya perpustakaan.
Infrastruktur kita masih kurang dari kampus Baky. Tapi kampus di sana bisa jadi pelajaran untuk kampus kami juga. Karena dengan infrastruktur memadai, kami bisa mengerjakan tugas dengan senang hati,Di akhir semester yang begitu tegang dibuatnya. Selalu saja ada anything problem dengan para BEM. Belum lagi dengan pebimbing asrama. aaarraaagggghhh... itulah suara pekikan anak kampus kuno di akhir pekan kemarin. Selalu saja kami yang disalahkan, padahal kan harusnya menjadi pelajaran. Karena suatu permasalahan itu tidaklah selalu mahasiswa akhir yang membuat perkara. Itulah yang dinamakan perubahan sosial karena situasi dan kondisi.

Belajar itu tak perlu dengan keluh kesah. Tapi dengan hamasah.Memang harus begitu. Tapi, siapa yang tak berkeluh kesah jika ia meluap tak dianggap.
Maaf kami untuk pak rektor, pak dekan, semua dosen dan semua pembimbing asrama. Karena kami bukan minta dituruti, tapi cukup untuk didengarkan dan katakan apa salah kami, bukan malah dieksekusi dengan kiasan yang tak membuahi. Maaf. :-(

VLOG from me for you


Minggu, 29 Januari 2017

Gue Kudu Piye Atuh?

Guwe Sabar, Streess,. Gue Streess, Itu udah sabar. Trus gue harus gimana?
Kayanya, gue gk salah deh. Ngerasanya sih gituh. Emang iyah kok. Tpi yang salah gak pernah ada yang negur. Terus gue salah dikit, di tegur terus. Terus gue harus piye? Hahaha... gak ada lucunya. Tapi dunia gue lucu banget sih. Hidup gue padahal berbasis agama. Tekhnology juga gak ketinggalan amat. Karena basis agamanya kayanya gak jadul kok. Tapi dimana agama itu diletakkan dalam kehidupan mereka? Keadilan aja agak samar bagi gue.
Padahal, hidup gue nasionalis dulunya. Hidup dimana hanya sedikit mengenal agama dalam lebih bernasional dalam kesehariannnya. Lu tau apa yang gue dapet? Keadilan dan kejujuran dalam hidup. Masyaallah..., gue nggak nyangka hidup bersama para nasionalis jaman baheula masih ada yang mempraktekkan kaya gitu. Padahal jaman itu udah di mulai bersama dengan Pak SBY. Dulu tuh, anak yang juara 1 emang nggak biasanya anak guru di sekolahan. Karena saingan kami yang ketat. Hingga mengalahkan saingan pertamanya. Dan jadilah juaranya si anak guru itu. Akhirnya, wali kelas gue bilang deh, kalo beliau jujur. Nggak berat-berat milih si anak itu buat juara karena mentang-mentang dia anak guru. Tapi emang dasarnya nilai persaingan kita sangat ketat sehingga kita diberi tahu deh dimana sisi bedanya. Emang iyah, beda nol koma doang. Itu mah masalah dunia memang. Tapi ini bukti keimanan bro. Yang menghasilkan keadilan dan kejujuran.
Nah, tapi selama hidup gue udah masuk ke ranah berbasis agama. Alias asrama. Dari dulu deh, masih aja ngeraguin keadilan dan kejujuran. Jadi juga gue pernah bepikir. Emang imannya kenapa? Goyah karena yang mau di hukum anak pimpinan asrama? Apa karena dia anak orang kaya? Apa jangan-jangan karena dia anak pak kyai lagi. Ampe-ampe buat menegakkan kalimat yang namanya amar ma’ruf aja, harus meragukan keadilan dan kejujuran.
Gue, mau bilang kecewa. Tapi gak boleh. Kan kita gak boleh putus asa bro. Lagian, gue juga bingung. Kenapa sih orang yang suka di atas-atas tuh hidupnya suka semena-mena gitu. Apa dia gak pernah ngerasai hidupnya jatuh terpuruk gituh? Mikir dong! Jangan lu liat orang nasionalis yang memang dasarnya iman nya aja udah kegerogotin ama dunia uangnya. Lu nyadar dong, kenapa lu bela anak-anak dedengkot doang pas hidup lu berbasis agama. Justru itu yang gue raguin, apa iman lu di gerogotin ama namanya sebuah kemuliaan???

By; gue.

Astaghfirullah, ...