[google37929ada0511e260.html] Alfath Cuing-Cincau℠: Yang Di Rindu Adik Bungsu [google37929ada0511e260.html]

Sabtu, 11 Juni 2016

Yang Di Rindu Adik Bungsu


Sebagai mahasiswa perantau tak sejatinya ia lupa akan tanah air. Menjadi sosok yang di rindu sekeluarga adalah moment yang membahagiakan. Karena tak selama kita di rindu karena kebaikan. Kadang juga karena keburukan.

Inilah yang dirindu si bungsu di rumah, sebagai si sulung yang hidup jauh sendiri merana merona. Harus rela dirindu setiap gagang telpon berbunyi kapan pulang. Walau hidup pelosok di negri batik juga jawa. Sinyal telkomsel yang hidup tak sepadan dengan kuno juga terpencilnya. Maka tetaplah terdengar suara rindu-rindu orang serumah.

Yang aneh, suara si bungsu. Bukan rindu akan diri. Namun rindu dengan satu yang menjadi modal usahanya. Si laptop, aku mau nonton. Kapan pulang? Ini sudah tarawih. Tiba ramadhan katanya mudik. Hari apa. Itulah janji yang ia tagih hingga hari ini. Hari ini jum’at, sudah ramadhan. Lantas, jumat kapan? Lupa akan jumat yang banyak. Seminggu lagi mudik dek, sabar thow. Dengan gaya bahasa kenegaraan batik sebagai alasan untuk melerai tagihan si bungsu.

Inilah satu yang di rindu si bungsu. :-) 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar